Bimbingan Teknis Manajemen Keuangan dan Desain Kemasan
Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dan pengembangan desain kemasan produk. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pencatatan keuangan usaha secara sederhana namun akuntabel, serta memahami perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai dasar penetapan harga yang kompetitif .
Dinas
Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo Gelar Bimtek Manajemen Keuangan
dan Desain Kemasan bagi IKM.

Kagiatan Bimtek dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo Ir. RETNO FADJAR WINARTI
Probolinggo – Dinas Perindustrian dan Tenaga
Kerja Kota Probolinggo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen
Keuangan dan Desain Kemasan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM),
Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Batik Kota Probolinggo
sebagai bagian dari sub kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan
Pembangunan Sumber Daya Industri .
Bimtek
tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam pengelolaan
usaha, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dan pengembangan desain kemasan
produk. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pencatatan
keuangan usaha secara sederhana namun akuntabel, serta memahami perhitungan
Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai dasar penetapan harga yang kompetitif .
Sebanyak 12
peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas dua peserta usulan Musrenbang
serta pelaku usaha dari Sentra IKM Olahan Ikan Mayangan dan Sentra IKM Olahan
Rengginang. Seluruh peserta merupakan pelaku usaha aktif yang memiliki produk
berjalan dan berpotensi untuk dikembangkan dari sisi manajemen usaha maupun
kemasan produk .
Materi
bimtek disampaikan oleh narasumber dari Supra Kreatif, meliputi manajemen
keuangan usaha, pencatatan dan pelaporan keuangan UMKM, penghitungan HPP, serta
tren dan pengembangan desain kemasan produk yang inovatif, aman, dan memiliki
daya tarik pasar. Metode penyampaian dilakukan secara aplikatif melalui
paparan, diskusi, tanya jawab, serta studi kasus berdasarkan kondisi usaha
peserta .
Secara umum,
kegiatan bimtek berjalan dengan lancar dan tertib. Hasil yang diperoleh
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemisahan
keuangan pribadi dan usaha, pemahaman dasar perhitungan HPP, serta wawasan baru
terkait desain kemasan produk yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya
saing produk IKM .
Ke depan,
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo merencanakan tindak
lanjut berupa pendampingan penerapan manajemen keuangan sederhana serta
fasilitasi perbaikan desain kemasan produk. Langkah ini diharapkan dapat
memastikan hasil bimtek tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat
diimplementasikan secara berkelanjutan oleh para pelaku IKM sebagai bagian dari
penguatan ekonomi lokal Kota Probolinggo .
