Workshop Batik bagi Fasilitator Pengelola Sentra Batik
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi fasilitator dan pengelola sentra batik, khususnya dalam penyelenggaraan workshop batik bagi pemula yang edukatif, aman, dan terstandar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan sentra batik sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan industri kreatif daerah.
Foto bersama peserta workshop
Pemkot Probolinggo Gelar Workshop Batik untuk Perkuat
Kapasitas Fasilitator Sentra Batik
Probolinggo – Pemerintah
Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja menyelenggarakan Workshop
Batik bagi Fasilitator Pengelola Sentra Batik yang dilaksanakan pada
tanggal 10–12 Februari 2026 di Rumah Batik Kota Probolinggo. Kegiatan ini
merupakan bagian dari Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan
Pembangunan Sumber Daya Industri.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi
fasilitator dan pengelola sentra batik, khususnya dalam penyelenggaraan
workshop batik bagi pemula yang edukatif, aman, dan terstandar. Selain itu,
kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan sentra batik sebagai pusat
edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan industri kreatif daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo,
Ir. Retno Fadjar Winarti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa batik tidak
hanya memiliki nilai seni dan filosofi, tetapi juga potensi ekonomi yang besar
apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Oleh karena itu,
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya fasilitator batik, menjadi
faktor kunci dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya di daerah.
Lebih lanjut disampaikan, sentra batik di Kota Probolinggo
memiliki peran strategis sebagai pusat produksi sekaligus destinasi edukasi dan
wisata kreatif. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam penyelenggaraan
workshop batik bagi pemula, terutama terkait standar pelaksanaan, keselamatan
kerja, dan pengelolaan kegiatan yang menarik. Workshop ini diharapkan dapat
menjawab tantangan tersebut melalui materi yang bersifat praktis dan aplikatif.

Workshop diikuti oleh 15 orang peserta yang merupakan
fasilitator dan pengelola sentra batik. Para peserta mendapatkan materi
meliputi teknik batik yang disederhanakan, desain dan alur workshop batik,
keselamatan dan kesehatan kerja (K3), operasional rumah batik, serta strategi
branding dan pengembangan produk workshop batik. Materi disampaikan oleh
narasumber dan instruktur yang kompeten di bidang batik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap
para fasilitator mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh secara nyata dalam pengelolaan workshop batik, sehingga dapat
memberikan dampak positif bagi pengembangan sentra batik serta mendorong
pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi lokal di Kota Probolinggo.